Introvert: Bertentangan dengan apa yang dipikir oleh kebanyakan orang. Introvert bukan orang yang pemalu. Bahkan, menjadi malu tidak ada hubungannya dengan menjadi introvert. Perasaan malu mempunyai unsur ketakutan, kegelisahan dan kecemasan, sementara introvert mungkin juga pemalu, tapi bukan "perasaan malu". Pada dasarnya, introvert adalah orang yang mendapatkan energi dengan kesendiriannya dan energinya akan segera habis bila terlalu lama berada di sekitar orang lain.
Mereka suka berpikir, mengeksplorasi pikiran dan perasaan mereka. Mereka sering menghindari situasi sosial karena berada di sekitar orang lain akan menguras energi mereka. Hal ini berlaku bahkan seandainya mereka memiliki keterampilan sosial yang juga baik. Setelah berada bersama dengan orang lain untuk jangka waktu yang lama, misalnya dalam acara pesta, mereka ini membutuhkan waktu untuk kembali berada dalam kesendiriannya dalam rangka "mengisi ulang" energinya yang hilang.
Seandainya orang introvert ingin berada sendiri, bukan berarti ia menjadi depresi, selain ingin mendapatkan energinya pulih ia juga ingin berada dalam pikirannya sendiri. Kalau mereka lagi ingin sendiri, tapi tiba-tiba ada orang yang sebenarnya mereka suka dan biasanya merasa nyaman berada disampingnya, hal ini-pun bisa menggangu mereka dari situasi untuk menjadi tenang dan introspektif.
Menjadi mawas diri, tapi bukan berarti tidak pernah berbicara atau membenci percakapan sama sekali. Tapi biasanya mereka lebih suka bicara tentang ide dan konsep, bukan tentang apa yang mereka bilang sepele, atau basa-basi sosial.
Ekstrovert: Banyak orang percaya bahwa ekstrovert adalah orang yang ramah. Boleh jadi itu benar, tapi itu bukan arti yang sebenarnya dari ekstrovert.
Pada dasarnya orang ekstrovert adalah orang yang merasa lebih bersemangat atau ber-energi saat berada di sekitar orang lain. Ini adalah lawan dari introvert.
Ekstrovert cenderung "kurang bersemangat" kalau sendirian dan dengan gampang cepat menjadi bosan tanpa keberadaan orang lain disekitarnya.
Kalau diberi kesempatan, orang ini cenderung akan bicara dengan orang lain daripada duduk, diam dan berpikir. Bahkan, orang jenis ini akan berpikir waktu mereka berbicara, tidak seperti introvert yang punya kecenderungan akan berpikir sebelum bicara. Ekstrovert menikmati situasi sosial dan bahkan mencarinya karena mereka senang berada di sekitar orang.
Kemampuan mereka untuk melakukan "obrolan kecil" membuat mereka sepertinya mempunyai kemampuan ber-sosialisai yang jauh lebih mahir daripada introvert.
Ref: giftedkids.about.com
Ceritanya di sebelah sini,..... kemarin saya jalan-jalan ke blog luar negeri, blog itu mendeklarasikan dirinya sebagai "introvert" dengan sangat. Saya lihat kotak komentar juga ditutup, barangkali ini memang salah satu ciri-cirinya.
Yang membuat heran "bagaimana mungkin seseorang menyebut dirinya introvert atau ekstrovert" ?, secara akal sehat, bukankah penilaian intro atau ekstro, atau penilaian apa-pun terhadap diri seseorang, semestinya orang lain yang menilai ? apakah anda bisa melihat wajah sendiri tanpa bercermin ?
Seperti halnya saya bilang bahwa blog ini tidak valid, apa dasarnya ? dasarnya menurut W3C tidak valid, banyak error, dan sudah dibuktikan hasilnya ada.
Harap di ingat, tidak ada maksud apa-apa dari saya disini, pernyataan seseorang untuk mendeklarasikan dirinya sebagai A atau B atau C, itu adalah hak individu yang bersangkutan, tentu saja akan saya hormati. Tentang arti introvert atau ekstrovert itu sendiri, saya tidak perduli. Hanya saja argumen yang dibangun membuat saya bingung dan ini adalah "aneh".
Di sosial media, saya pernah berkelakar kepada kelompok yang menyatakan dirinya introvert, saya bilang "..saya baru bergabung disini, salam kenal, grup ini introvert ? .. sekarang kita akan ngobrol lebih banyak."
Anda termasuk "aneh" yang mana ?
Mereka suka berpikir, mengeksplorasi pikiran dan perasaan mereka. Mereka sering menghindari situasi sosial karena berada di sekitar orang lain akan menguras energi mereka. Hal ini berlaku bahkan seandainya mereka memiliki keterampilan sosial yang juga baik. Setelah berada bersama dengan orang lain untuk jangka waktu yang lama, misalnya dalam acara pesta, mereka ini membutuhkan waktu untuk kembali berada dalam kesendiriannya dalam rangka "mengisi ulang" energinya yang hilang.
Seandainya orang introvert ingin berada sendiri, bukan berarti ia menjadi depresi, selain ingin mendapatkan energinya pulih ia juga ingin berada dalam pikirannya sendiri. Kalau mereka lagi ingin sendiri, tapi tiba-tiba ada orang yang sebenarnya mereka suka dan biasanya merasa nyaman berada disampingnya, hal ini-pun bisa menggangu mereka dari situasi untuk menjadi tenang dan introspektif.
Menjadi mawas diri, tapi bukan berarti tidak pernah berbicara atau membenci percakapan sama sekali. Tapi biasanya mereka lebih suka bicara tentang ide dan konsep, bukan tentang apa yang mereka bilang sepele, atau basa-basi sosial.
Ekstrovert: Banyak orang percaya bahwa ekstrovert adalah orang yang ramah. Boleh jadi itu benar, tapi itu bukan arti yang sebenarnya dari ekstrovert.
Pada dasarnya orang ekstrovert adalah orang yang merasa lebih bersemangat atau ber-energi saat berada di sekitar orang lain. Ini adalah lawan dari introvert.
Ekstrovert cenderung "kurang bersemangat" kalau sendirian dan dengan gampang cepat menjadi bosan tanpa keberadaan orang lain disekitarnya.
Kalau diberi kesempatan, orang ini cenderung akan bicara dengan orang lain daripada duduk, diam dan berpikir. Bahkan, orang jenis ini akan berpikir waktu mereka berbicara, tidak seperti introvert yang punya kecenderungan akan berpikir sebelum bicara. Ekstrovert menikmati situasi sosial dan bahkan mencarinya karena mereka senang berada di sekitar orang.
Kemampuan mereka untuk melakukan "obrolan kecil" membuat mereka sepertinya mempunyai kemampuan ber-sosialisai yang jauh lebih mahir daripada introvert.
Ref: giftedkids.about.com
Ceritanya di sebelah sini,..... kemarin saya jalan-jalan ke blog luar negeri, blog itu mendeklarasikan dirinya sebagai "introvert" dengan sangat. Saya lihat kotak komentar juga ditutup, barangkali ini memang salah satu ciri-cirinya.
Yang membuat heran "bagaimana mungkin seseorang menyebut dirinya introvert atau ekstrovert" ?, secara akal sehat, bukankah penilaian intro atau ekstro, atau penilaian apa-pun terhadap diri seseorang, semestinya orang lain yang menilai ? apakah anda bisa melihat wajah sendiri tanpa bercermin ?
Seperti halnya saya bilang bahwa blog ini tidak valid, apa dasarnya ? dasarnya menurut W3C tidak valid, banyak error, dan sudah dibuktikan hasilnya ada.
Harap di ingat, tidak ada maksud apa-apa dari saya disini, pernyataan seseorang untuk mendeklarasikan dirinya sebagai A atau B atau C, itu adalah hak individu yang bersangkutan, tentu saja akan saya hormati. Tentang arti introvert atau ekstrovert itu sendiri, saya tidak perduli. Hanya saja argumen yang dibangun membuat saya bingung dan ini adalah "aneh".
Di sosial media, saya pernah berkelakar kepada kelompok yang menyatakan dirinya introvert, saya bilang "..saya baru bergabung disini, salam kenal, grup ini introvert ? .. sekarang kita akan ngobrol lebih banyak."
Anda termasuk "aneh" yang mana ?
